Jumat, 19 Oktober 2012

10 Musisi Indonesia yang "GO International"

Musik. Siapa sih yang gak suka musik?
Rasa-rasanya hampir semua dari kita menyukainya dan bahkan mengkonsumsinya hampir setiap hari. Bisa memberi ketenangan jiwa kata beberapa orang. Bisa menyampaikan perasaan dan pikiran kita kata beberapa orang lainnya. Satu yang pasti, kita semua tentu sepakat, bahwa musik memang seperti sihir, yang bisa membuat kita hanya terdiam membisu menikmati setiap melodi indahnya.
Indonesia, negara kita ini, konon juga gudangnya musisi handal. Bahkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, musik-musiknya kerap berkiblat ke kita untuk urusan ini. Melihat ini, tentu saja kita boleh bermimpi juga dong kalau suatu saat nanti, musik-musik Indonesia akan lebih terdengar gaungnya bahkan sampai menembus negeri Paman Sam sana :D
Ah ya, ini ada beberapa daftar musisi Indonesia yang sudah go international. They do make us proud, right?! :D
1. Wisnu Witono Adhi

Mungkin belum terlalu banyak orang yang mengenal namanya. Namun, Wisnu telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan masuk 5 besar dalam ajang Norwegian Idol tahun 2006. Tak tanggung2, ia pun memperoleh kesempatan untuk merilis album debutnya dengan single hits “Love Like That”.


2. Jessica Mauboy

Pernah nonton Indonesian Idol tahun 2008? Kalo ya, ingat kah dengan bintang tamu runner up Australian Idol tahun 2006? Ya, dialah Jessica Mauboy. Jessica, yang memiliki ayah yang berasal dari pulau Timor ini berhasil membawa inspirasi bagi warga Australia karena kesuksesannya dapat membawanya dari kehidupan sederhana di Darwin menjadi kesuksesan di Sydney. Baru-baru ini, ia mengeluarkan single terbarunya bertajuk “Get ‘Em Girls” berkolaborasi dengan Snoop Dogg. Karya-karyanya dapat dilihat di official websitenya: http://www.jessicamauboy.com.au/
3. Chandra Satria

Solois pria dari Indonesia ini konon berhasil merebut hati penikmat musik dari Malaysia melalui single pertamanya “Ingatlah Diriku”dengan Sheila Madjid, penyanyi Malaysia. Di sana, Chandra sempat diwawancara oleh banyak media terkemuka seperti TV3, Astro Awani, Berita Harian, Kosmo, Utusan Malaysia, Mangga Magazine, Hai Magazine, News Strait Times, Rentak Sejuta Online, Era Radio, Hot FM dan lain sebagainya
4. Muhammad Gunawan (Gugun) Blues Shelter

Pria yang kerap dipanggil Gugun ini memulai karirnya dalam dunia musik dengan membuat sebuah band bernama Gugun and the Bluesbug dan sekarang telah berubah nama menjadi Gugun and the Blues Shelter. Walaupun mungkin pecinta musik di tanah air kurang mengenalnya, Gugun cukup dikenal di kalangan pecinta blues mancanegara Bersama bass player John “Jono” Armstrong and drummer Aditya “Bowie” Wibowo mereka telah menjajah musik international. Dan karena bakatnya yg luar biasa Gugun mendapat julukan The Little Jimmy Hendrix.
5. Daniel Sahuleka

Pecinta musik soul era 80-90an gak akan lupa sama lagu “Don’t Sleep Away The Night” dari Daniel Sahuleka. Penyanyi yang pernah menikmati masa kecilnya di Semarang ini memilih untuk pergi ke negeri Belanda dan merintis karir musiknya disana. Darah Ambonnya dengan talenta bermusik sukses membuat Daniel Sahuleka tidak hanya dikenal karena kepopuleran lagunya, tetapi juga dengan musikalitas yang ia coba mainkan di setiap lagunya. Satu hal yang membuatnya tidak lupa adalah rasa kangennya dengan kota Semarang yang tidak akan pernah ia jumpai di kota manapun di dunia. Untuk melihat karya-karyanya, bisa diakses official websitenya di: http://www.sunflight.nl/
6. Dira J Sugandi

Nama Dira J Sugandi mungkin masih terdengar asing di telinga pecinta musik tanah air, namun tidak di telinga para pecinta jazz. Perempuan asli Bandung ini kerap manggung dalam konser bersama musisi jazz dunia. Salah satunya Incognito asal Inggris. Bahkan, produser tersohor Incognito, Jean Paul Bluey Maunick, adalah orang yang membimbing Dira hingga kariernya menjadi seperti saat ini. Dan sebentar lagi, Dira akan merilis albumnya sendiri yang bertajuk “Something About the Girl” di dalam negeri. Album yang telah lebih dulu rilis di London dan Tokyo ini dikabarkan akan berisi 11 lagu berbahasa Inggris dan 2 lagu bahasa Indonesia (Kami Cinta Indonesia ciptaan Harry Roesli dan Ku Cemburu gubahan Rieka Roslan).
7. The S.I.G.I.T

Ah ya, kali ini berbeda dengan daftar sebelumnya yang kebanyakan adalah penyanyi solo.. The S.I.G.I.T atau The Super Insurgent Group of Intemperance Talent adalah band indie asal Bandung yang sudah kerap kali manggung di negeri-negeri tetangga. The S.I.G.I.T yang dibentuk pada tahun 1997 ini merupakan potret band indie yang melek teknologi dengan memanfaatkan situs jejaring sosial untuk mengenalkan lagu-lagu mereka. Lewat dunia maya pula mereka akhirnya dikenal oleh salah satu pemilik label di Australia yang kemudian menawari band ini untuk membuat album THE S.I.G.I.T versi Australia.
8. Agnes Monica

Ya, Agnes Monica. Tidak perlu heran lagi memang, mengingat skill menyanyi dan menarinya yang luar biasa, Agnes menjadi penyanyi wanita yang terkenal di Asia. Pada tahun 2008, Agnes berhasil menjuarai Asia Song Festival 2008 di Seoul, Korea Selatan dengan gelar The Best Asian Artis dan The Best Performance. Tahun 2009, Agnes kembali ditunjuk sebagai wakil Indonesia dalam The 6th Asian Song Festival 2009 dan di event ini, ia menyanyikan single barunya yang belum diperdengarkan di tanah air: Temperature.
9. Sandhy Sondoro

Sandhy  pertama kali mengguncangkan dunia internasional melalui kemenangannya di festival penyanyi muda internasional New Wave 2009, Latvia. Sejak itu, kemampuannya makin diakui dunia internasional. Sandhy bahkan sempat bernyanyi sepanggung dengan penyanyi dunia sekelas Toni Braxton dan Gloria Estefan dalam acara “Dianne Warren and Friends” di Palladium Theater Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat.
10.  Anggun C. Sasmi

Ah, kalo yang ini pasti semua dari kita tau kan? Anggun, penyanyi wanita kelahiran 1974 ini telah merilis 4 album internasional, yakni Snow on the Sahara/Au nom de la lune, Chrysalis/Désirs contraires, Luminescence, dan Elevation. Salah satu kehebatan dari Anggun adalah, meskipun dia sudah menjadi milik Perancis, tetapi karyanya tidak pernah lepas dari sentuhan tradisi leluhurnya di Indonesia. Beberapa karyanya juga memakai bahasa Indonesia, dan satu project lagu bersama grup Deep Forest yaitu “Deep Blue Sea” juga memakai sentuhan irama Sunda dengan backing vocal ala penari kecak dari Bali. Prestasi-prestasinya sungguh banyak, antara lain: single dari album pertamanya “Snow on the Sahara” pernah menduduki posisi Top 5 pada UK Club Charts di Inggris (1999) dan terpilih sebagai lagu promo jam tangan mewah dunia, Swatch, terpilih sebagai duta PBB untuk Skim Mikrokredit (program pengentasan kemiskinan di seluruh dunia) , dll.

sumber : http://www.indonesiaberprestasi.web.id/?p=2200

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More